Rabu, 02 Oktober 2013

LAPORAN RESPIRASI PADA SERANGGA JANGKRIK





RESPIRASI DALAM SERANGGA JANGKRIK
( LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM)




Oleh :

Riki Arya Dinata
1214131083




LABORATORIUM ZOOLOGI
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012


                                                           




Judul Percobaan          : Respirasi Dalam Serangga Jangkrik

Tanggal Percobaan      : 13 Nopember 2012

Tempat Percobaan       : Laboratorium Zoologi

Nama                           : Riki Arya Dinata

NPM                           : 1214131083

Kelompok                   : IV (Empat)

Jurusan                        : Agribisnis

Fakultas                       : Pertanian







Bandar Lampung, 13 November 2012
Mengetahui
Asisten


         Suci
      NPM :





DAFTAR ISI


LEMBAR PENGESAHAN                                                                                  i

DAFTAR ISI                                                                                             ii

I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                              1
B.     Tujuan Praktikum                                                                          2

II.                TINJAUAN PUSTAKA

III.              METODOLOGI PENELITIAN
A.    Waktu dan Tempat                                                                       6
B.     Alat dan Bahan                                                                             6
C.     Cara Kerja                                                                                     6

IV.             HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan                                                                         8
B.     Pembahasan                                                                                  8

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN







I.                   PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Respirasi adalah serangkaian reaksi biokimiawi yang memerlukan oksigen untuk mengoksidasi atau membakar zat-zat makanan guna menghasilkan energi diperlukan oleh makhluk hidup dengan hasil samping berupa karbon dioksida. Walaupun respirasi dan bernapas saling berhubungan , respirasi memiliki arti yang lebih dalam, respirasi merupakan proses menghasilkan energi, sedangkan bernapas merupakan cara makhluk hidup melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk melakukan aktivitas kehidupan, seperti sintesis, gerak, pertumbuhan, dan bereproduksi. Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun tubuh, baik sel maupun mulut. Secara sederhana reaksi kimia  yang trejadi dalam respirasi dapat ditulis sebagai berikut :

C6H12 + O2                   CO2 + H2O + energi

Oksigen yamg diperoleh dari proses bernapas digunakan dalam proses respirasi, sedangkan karbon dioksida yang dihasilkan ari proses respirasi dikeluarkan melalui proses bernapas. Respirasi berkaitan erat dengan laju metabolisme karena laju metabolisme merupakan jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksida dan bahan makanan memerlukan oksigen ( dalam jumlah yang dibutuhkan ) untuk menghasilkan energi yang diketahui menghasilkan jumlahnya juga, akan tetapi laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen. Beberapa faktor mempengaruhi laju

konsumsi oksigen antara lain spesies hewan, temperatur, aktivitas dan ukuran badan.
Sel-sel tubuh terus menerus menggunakan oksigen untuk reaksi metabolisme yang melepaskan energy dari molekul nutrien dan menghasilkan ATP. Pada waktu yang sama, reaksi ini juga melepaskan karbon dioksida. Konsumsi oksigen dan produksi karbon dioksida terjadi di dalam mitokondria sesuai terjadinya respirasi seluler. Kerena jumlah karbon dioksida yang melimpah menghasilkan keasaman yang bersifat racun bagi sel tubuh, maka CO2  yang berlimpah itu harus dibuang dengan cepat. Dua sistem yang memasok oksigen dan membuang karbon dioksida adalah sistem kardioksikular dan sistem respirasitori. Sistem respirasitori memberikan pertukaran gas, mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida, sedangkan sistem kardioksikular mengangkut gas dalam darah antara paru-paru dan sel-sel, tubuh.


B. Tujuan Percobaan

Tujuan percobaan ini adalah untuk :
1.Mempelajari proses pernapasan hewan.
2.Mengetahui pengaruh berat serangga yaitu jangkrik terhadap laju respirasi.
3.      Melihat faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat bernapas.














II.                TINJAUAN PUSTAKA


Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif  banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan. Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, rspirasi dapat dibedakan menjadi respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen bebas untuk mendapatkan energi dan respirasi anaerob atau biasa disebut dengan proses fermentasi yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen namun bahan bukunya adalah seperti karbohidrat, asam lemak, asam amino sehingga hasil respirasi berupa karbondioksida, air dan energi dalam bentuk ATP (Anonim1,2009).

Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu).
Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + O2———————————> 6CO2 + H2O + energi
. Reaksi ini merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi.
Contoh:
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H12O6 + 6O2 ———————————> 6H2O + 6CO2 + Energi (glukosa) (Anonim2, 2009).
Pertukaran gas antara atmosfer, darah, sel-sel disebut respirasi. Tiga proses dasar terlibat dalam respirasi yaitu, pertama ventilasi paru atau bernapas, adalah inspirasi (aliran masuk) dan ekspirasi (aliran keluar) udara antara atmosfer dengan paru-paru. Proses kedua dan ketigaa melibatkan pertukaran gas di dalam tubuh. Respirasi eksternal dan respirasi paru adalah pertukaran gas antar paru-paru dan darah. Respirasi saringan adalah pertukaran gas antara darah dan sel-sel tubuh (Soenaryo, 1999).
Bernafas merupakan salah satu ciri dan aktivitas makhluk hidup. Istilah pernafasan sering di sama artikan dengan istilah Respirasi, walau sebenarnya kedua istilah tersebut secara harfiah berbeda. Pernafasan (breathing) berarti menghirup dan menghembuskan nafas. Bernafas berarti memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan luar. Sedangkan respirasi (respiration) berarti suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel guna memperoleh energi. Pada hewan – hewan tingkat tinggi terdapat alat untuk proses pernafasan, yakni berupa paru – paru, insang atau trakea, sementara pada hewan – hewan tingkat rendah dan tumbuhan proses pertukaran udara tersebut dilakukan secara langsung dengan difusi melalui permukaan sel – sel tubuhnya. Dari alat pernafasan, oksigen masih harus di angkut oleh darah atau cairan tubuh ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energy (Campbell,2000).
Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup, seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Jadi kegiatan pernafasan dan respirasi tersebut saling berhubungan karena pada proses pernafasan dimasukkan udara dari luar (oksigen) dan oksigen tersebut digunakan untuk proses respirasi guna memperoleh energi dan selanjutnya sisa respirasi berupa gas karbon dioksida (CO2) dikelurkan melalui proses pernafasan. Karena hewan – hewan tingkat rendah dan tumbuhan tidak memiliki alat pernafasan khusus sehingga oksigen dapat langsung masuk dengan cara difusi, maka sering kali istilah pernafasan disamakan dengan istilah respirasi. Dengan demikian perbedaan kedua istilah itu tidak mutlak. Untuk bernafas, hewan – hewan tertentu memiliki alat pernafasan. Alat – alat pernafasan tersebut berperan dalam proses pemasukan oksigen dari lingkungan luar ke dalam tubuh serta pengeluaran CO2 dari tubuh kelingkungan luar. Alat – alat pernafasan pada hewan berbeda – beda sesuai dengan perkembangan struktur tubuh dan tempat hidupnya. Hewan darat menggunakan paru – paru untuk bernafas dan pada kelompok burung, paru – paru dilengkapi dengan kantong udara. Pada katak dewasa selain menggunakan paru – paru juga menggunakan kulit untuk membantu pernafasan. Hewan yang hidup diperairan (hewan akuatik), misalnya ikan dan udang mempunyai insang. Serangga umumnya mempunyai alat perrnafasan berupa trakea dan hewan invertebrata yang lain memiliki organ yang berbeda pula. Alat pernafasan hewan pada dasarnya berupa alat pemasukan dan alat pengangkutan udara. Apabila alat pemasukan ke dalam tubuh tidak ada, maka pemasukan oksigen dilakukan dengan cara difusi, misalnya pada protozoa. Pada cacing tanah, oksigen masuk secara difusi melalui permukaan tubuh, kemudian masuk ke pembuluh darah. Di dalam darah, oksigen di ikat oleh pigmen – pigmen darah, yaitu hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Pada hewan lain, hemoglobin terkandung di dalam sel darah merah (Syamsuri, 2003).






III.             METODOLOGI PENELITIAN


A. Waktu dan Tempat

            Pada penelitian kali ini kita melakukan penelitian pada hari Selasa, 13 Nopember 2012 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi Umum Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.


B. Alat dan Bahan

            Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah Respirometer, neraca dan kapas. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Jangkrik, NaOH, Oselin, Vaselin.

C. Cara Kerja


  1. Mengukur Laju Respirasi

Menimbang 1 ekor jangkrik, kemudian catat beratnya

Masukkan kristal KOH dan kapas ke dalam respirometer
 




Masukkan 2 tetes eosin ke dalam pipa berskala respirometer
 




Kemudian hubungkan pipa berskala tersebut dengan tabung respirometer
 




Amati pipa itu dan catat perubahan skala larutan eosin setiap menit
 




Tentukan laju respirasi jangkrik dalam satuan mm/menit/gram



























IV.             HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan


NO

Berat Jangkrik

Laju Respirasi
5’
10’
15’
1
0,03 gr
1 ml
0,35 ml
0,31 ml
2
0,6 gr
0,03 ml
0,15 ml
0,18 ml
3
0,4 gr
0,09 ml
0,15 ml
0,18 ml
4
0,5 gr
0,32 ml
0,49 ml
0,59 ml


B. Pembahasan

Praktikum ini menggunakan respirometer yang befungsi untuk mengukur laju respirasi seraangga yaitu jangkrik. Berat jangkrik merupakan factor utama dalam paktikum ini, sehingga sebelum melakukan praktikum jagkrik harus ditimbang terlebih dahulu.
Alat yang digunakan pada praktikum ini adlah respirometer, eosin, NaOH.

Pernafasan pada serangga dilakukan denga menggunakan sistem trakea. Udara keluar dan masuk tidak melalui mulut melainkan melalui lubang – lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya. Lubang – lubang pernafasan tersebut dinamakan stigma atau spirakel. Pada masing – masing ruas tubuh terdapat sepasang stigma, sebuah di sebelah kira dan sebuah lagi di sebelah kanan. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea bercabang – cabang sampai ke pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma, kemudian menyebar mengikuti trakea dengan cabang – cabangnya. Jadi, oksigen diedarkan tidan melalui darah melainkan langsung dari pembuluh trakea ke sel – sel yang ada disekitarnya. Dengan demikian cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari – sari makanan dan hormon.
Proses pernafasan serangga terjadi karena otot – otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot – otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis, sehing udara keluar dan masuk melalui stigma. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel – sel tubuh. O2 berdifusi ke dalam sel – sel tubuh. CO2 hasil pernafaasan dikeluarkan melalui sistem trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu trakea mengempis.


























KESIMPULAN

            Setelah melakukan penelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Semua organisme membutuhkan oksigen untuk berespirasi.
2.       Kebutuhan oksigen setiap organisme dipengaruhi oleh jenis organisme, ukuran berat tubuh, serta aktivitas organisme tersebut.
3.      Tidak semua jenis hewan memiliki sistem respirasi yang sama, alat – alat pernapasan dan lain sebagainya yang sama pula.
4.      Habitat yang mereka tempati juga mempengaruhi sistem  respirasi mereka, walaupun pada jenis serangga ataupun jenis hewan yang serupa.














DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.Respirasi.hhtp://id.wikipedia.org/wiki/respirasi:   Diakses pada 16 Nopember 2012.

Campbell, Neil A.2000.Biologi.Jakarta : Erlangga.

Jasin, Maskeri. 1983. Sistematik Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Surabaya : Sinar Wijaya

Soenaryo.1999.Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup.Malang: MSREP-SKA.
Syamsuri. 2003. Biologi Jilid 2B untuk SMA Kelas IX Semester 2. Jakarta : Erlangga.

















LAMPIRAN








PERHITUNGAN

Kelompok  I
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                     = 1 ml / 0,03 mg / 300 s
                                     = 0,11
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,35 ml / 0,03 mg / 600 s
                                     = 0,019
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,31 ml / 0,03 mg / 900 s
                                     = 0,011




Kelompok  II
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                     = 0,03 ml / 0,6 mg / 300 s
                                     = 0,0001
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,15 ml / 0,6 mg / 600 s
                                     = 0,0004
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,18 ml / 0,6 mg / 900 s
                                     = 0,0003

Kelompok  III
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                     = 0,09 ml / 0,4 mg / 300 s
                                     = 0,0007
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,15 ml / 0,4 mg / 600 s
                                     = 0,0006
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,18 ml / 0,4 mg / 900 s
                                     = 0,0005

Kelompok  IV
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                     = 0,32 ml / 0,5 mg / 300 s
                                     = 0,002
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,49 ml / 0,5 mg / 600 s
                                     = 0,0016
            Laju Respirasi = Volume O2/ massa jangkrik/waktu
                                     = ml / mg / s
                                                 = 0,59 ml / 0,5 mg / 900 s

                                     = 0,0013

3 komentar:

turun lapang

turun lapang

turun lapang

turun lapang
Diberdayakan oleh Blogger.