Senin, 07 Oktober 2013

Laporan Kebakaan

I. PENDAHULUAN


A.        Latar Belakang
Kebakaan atau genetika yakni ilmu mengenai keturunan ,semua makhluk hidup. Sebenarnya merupakan hasil pengaruh dari”dalam dan luar”. Kebakaan atau genetika adalah cabang ilmu biologi tentang sifat-sifat yang menurun dan variasinya. Genetika merupakan ilmu pengetahuan dasar bagi ilmu terapan, misalnya pemuliaan tanaman dan hewan, masalah penyakit dan kelainan pada tubuh manusia.Keturunan adalah lewat sifat-sifat keturunan (dari orang tua atau leluhur). Ini adalah proses di mana sebuah sel atau organisme keturunan mengakuisisi atau cenderung menjadi karakteristik induknya sel atau organisme. Penurunan sifat dapat pula terjadi melalui perkawinan antara dua individu sejenis. Perkawinan antara dua individu yang sejenis yang mempunyai sifat beda disebut dengan persilangan. Sifat beda tersebut ditentukan oleh gen di dalam kromosom-kromosom yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.
Melalui keturunan, variasi yang ditunjukkan oleh individu dapat mengumpulkan dan menyebabkan spesies berevolusi. Studi dalam biologi hereditas disebut genetika, yang meliputi bidang Epigenetika. Berbagai mekanisme herediter dibayangkan tanpa benar diuji atau diukur. Ini termasuk campuran warisan dan pewarisan sifat dapatan. Meskipun demikian, orang-orang mampu mengembangkan hewan peliharaan serta tanaman melalui seleksi buatan..
Faktor-faktor lingkungan mempengaruhi organisme untuk mengembangkan karakteristik baru untuk memastikan kelangsungan hidup, sehingga berubah menjadi spesies baru. Hewan yang bertahan untuk berkembang biak dapat menularkan sukses mereka karakteristik keturunan. Salah satu aspek yang penting pada organisme hidup adalah kemampuannya untuk melakukan reproduksi dan dengan demikian dapat melestarikan jenisnya.
                                                                                                                                             
B.        Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1.       Mengetahui informasi yang dapat diperoleh dari latihan
2.       Mengetahui adanya gen-gen yang dominant dan resesif dan pengaruhnya terhadap fenotipe dari individu


II.TINJAUAN PUSTAKA


Ilmu genetika mendefinisikan dan menganalisis keturunan (heredity) atau konstansi dan perubahan pengaturan dari berbagai fungsi fisiologis yang membentuk karakter organisme. Unit keturunan disebut gen,adalah suatu segmen DNA yang nukleotidanya membawa informasi karakter biokimia atau fisiologis tertentu. Pendekatan tradisional pada genetika telah mengidentifikasikan gen sebagai dasar kontribusi karakter fenotip atau karakte dari keseluruhan stuktural dan fisiologis dari suatu sel atau organisme, karakter fenotip seperti warna mata pada manusia atau resistensi terhadap antibiotik pada bakteri, pada umumnya di amati pada tingkat organisme. Dasar kimia untuk variasi daam fenotip, atau perubahan urutan DNA dalam suatu gen atau dalam organisasi gen.(Jawets, 2001).

Pemisahan dari pasangan gen tidak bergantung pada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet yang terbentuk akan menjadi kombinasi gen seleksi secara bebas. Diagram dari kombinasi gamet dan gamet ♀ ♂ dalam menghasilkan generasi F2 individu seperti pada Gambar 2.2 disebut Punnett diagram. Ada cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan kombinasi gamet pada individu generasi F2, menggunakan diagram anak garpu (fork baris). Metode ini didasarkan pada perhitungan matematis bahwa salib adalah salib dihibrid monohybrid dua kali (Yatim, Wildan. 1974).

Dari eksperimen yang dilakukan selama bertahun-tahun, Mendel menemukan prinsip-prinsip warisan, yang kemudian menjadi dasar utama bagi perkembangan genetika sebagai cabang ilmu pengetahuan. Berkat pekerjaan ini, Mendel diakui sebagai bapak genetika. Mendel memilih kacang polong sebagai bahan percobaan, terutama karena tanaman ini memiliki beberapa pasang sifat yang sangat mencolok perbedaan, seperti warna bunga mudah untuk membedakan antara ungu dan putih. Selain itu, kacang polong dapat dilumatkan tanaman itu sendiri, dan dengan bantuan manusia, dapat juga dilumatkan salib. Hal ini disebabkan oleh adanya bunga sempurna, bunga yang memiliki alat kelamin laki-laki dan perempuan. Pertimbangan lain adalah bahwa kacang polong memiliki siklus hidup relatif pendek, dan mudah untuk menumbuhkan dan memelihara. Mendel juga beruntung, karena kebetulan ia menggunakan kacang polong adalah tanaman diploid (mempunyai dua set kromosom). Jika ia menggunakan poliploid organisme, sehingga ia tidak akan mendapatkan salib yang sederhana dan mudah untuk dianalisis. (Alimuddin, 2003).

Dalam satu percobaan Mendel menyilangkan tanaman kacang polong tinggi dengan singkat. Tanaman yang dipilih galur murni tanaman, tanaman yang ketika dilumatkan itu sendiri tidak akan menghasilkan tanaman yang berbeda. Pada tanaman tinggi ini akan tetap tinggi tanaman menghasilkan. Demikian pula tanaman pendek akan selalu menghasilkan tanaman pendek. Dengan galur murni tinggi disilangkan dengan galur murni pendek, Mendel, semua tanaman semakin tinggi. Selain itu, tumbuhan tingkat tinggi diperbolehkan untuk menyeberang lumat itu sendiri. Menunjukkan rasio ternyata keturunan (perbandingan) tanaman tinggi tanaman pendek dari 3: 1. Tinggi dan individu pendek digunakan dalam persilangan awal dikatakan tua-tua (orang tua), disingkat P. Hasil adalah keturunan hereditas (berbakti) generasi pertama, disingkat tanaman dalam P F1.Higher generasi dilambangkan dengan DD, dd adalah tanaman pendek. Sementara itu, tanaman tinggi diperoleh pada generasi F1 diwakili oleh Dd. Monohybrid salib pada diagram di atas, tampak bahwa untuk menghasilkan individu Dd F1, maka baik DD dan dd untuk membentuk generasi P gamet (sel kelamin). Masing-masing bentuk DD D gamet, individu-individu membentuk gamet dd d. Dengan demikian, Dd di F1 individu merupakan hasil dari penggabungan dua gamet. Demikian pula, ketika individu lain melakukan penyerbukan Dd diri untuk menghasilkan F2, lalu masing-masing akan membentuk gamet pertama. Gamet yang dihasilkan oleh individu Dd ada dua macam, yaitu D dan d. Lebih jauh lagi, kombinasi gamet tersebut diperoleh individu dengan perbandingan generasi F2 DD: Dd: dd = 1: 2: 1. Jika DD dan dd dikelompokkan menjadi satu (baik untuk individu yang mewakili tinggi), maka rasio menjadi D-: dd = 3: 1. Dari diagram juga dapat dilihat bahwa pewarisan suatu sifat ditentukan oleh warisan dari bahan tertentu, yang dalam contoh ini diwakili oleh D atau d. Mendel yang disebut materi ini sebagai warisan genetik (keturunan), yang pada tahap berikutnya sampai sekarang disebut gen. (Anonim1, 2009).

Selain monohybrid salib, Mendel juga membuat salib dihibrid, yang melintasi melibatkan dua macam pola sesaat perwarisan alam. Salah satunya adalah persimpangan kedelai murni biji kuning-halus dengan galur murni biji hijau-keriput. Tanaman kedelai menghasilkan generasi F1. semua biji kuning-halus. Ketika tanaman F1 diperbolehkan dilumatkan itu sendiri, maka diperoleh empat macam individu generasi F2, masing- masing dari benih-halus kuning, kuning-keriput, hijau-halus, dan hijau- keriput dengan rasio 9: 3: 3: 1. Jika gen yang menyebabkan biji kuning dan hijau, masing-masing adalah gen G dan g, adalah gen yang menyebabkan biji halus dan keriput, masing-masing adalah gen W dan gen w, maka persilangan dihibrid skema terdsebut dapat digambarkan sebagai berikut diagram. (Parson. 1994)

Hukum segregasi, Sebelum melakukan salib, setiap individu menghasilkan gamet yang mengandung setengah dari isi gen gen individu. Sebagai contoh, individu-individu akan membentuk gamet DD D, dan individu-individu akan membentuk gamet d. dd Pada individu Dd, yang menghasilkan gamet gamet D dan d, akan terlihat bahwa gen D dan gen d akan dipisahkan (disegregasi) ke gamet yang terbentuk itu. Prinsip ini kemudian dikenal sebagai hukum Mendel hukum segregasi atau aku Hukum segregasi: "Pada waktu terakhir pembentukan gamet, tiap pasang gen akan disegregasi ke setiap gamet terbentuk" UU Pemilu Independen, Persilangan yang hanya menyangkut satu jenis pola pewarisan sifat-sifat tersebut dengan yang disebutkan di atas disebut Mendel monohybrid salib. Mendel melakukan monohybrid salib untuk ke enam jenis properti, yaitu warna bunga (ungu-putih), warna kotiledon (hijau-kuning), warna biji (hijau-kuning), bentuk polong (rata-berlekuk), permukaan biji (halus- keriput), dan lokasi bunga (aksial-terminal) (Eisenmesser EZ. 2005).


III. PROSEDUR KERJA

A.    Alat dan Bahan
                       ·          Tabel fenotip
                      ·           Kaca pembesar
B.     Cara Kerja
                       ·          Periksa fenotip dari sifat baka yang ada pada tabel,pada diri anda sendiri.
                       ·          Bila anda mempunyai fenotipe dominan maka beri tanda (-) untuk gen ke-2.
                       ·          Perkirakan genotipe anda untuk masing-masing fenotipe.
                       ·          Catat dari teman-teman dalam kelompok anda dan hitung prosentasenya.



V. KESIMPULAN


Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dapat diambil setelah pengamatan ini adalah:
·         Setiap organisme, perubahan oleh faktor keturunan (gen) Menurut Hukum Mendel dari salib dominan yang akan menutupi bahwa alel resesif jika kedua ada mungkin sama
·         Setiap organisme memiliki karakteristik keturunan, yang mengatur karakteristik keturunan oleh gen.
·         Bila suatu keturunan mempunyai sifat yang sama dengan salah satu parentalnya maka sifat tersebut dominan,sedangkan sifat tidak tampak nya disebut resesif
·         .Gen dominan atau resesif tergantung pada fungsi gen yang ada di masing-masing individu.


DAFTAR PUSTAKA


Eisenmesser EZ. 2005. Gregor Mendel's experiment.Jakarta: Erlangga
Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.
Parson.1994. Biologi universitas. Jakarta: Pustaka Setia

Waluyo,Lud. 2005. Mikrobiologi Umum.Universitas Muhammadiyah Malang      Press. Malang.

0 komentar:

Posting Komentar

turun lapang

turun lapang

turun lapang

turun lapang
Diberdayakan oleh Blogger.