Senin, 07 Oktober 2013


LAPORAN KULIAH PENGENALAN PERTANIAN
(Untuk Memenuhi Tugas Praktik Pengenalan Pertanian)




Oleh

Kelompok 37


1.  Rendi Henda Ramadhan             (1214131082)
2.  Riki Arya Dinata                          (1214131083)




JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013




I.  PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Kuliah Pengenalan Pertanian merupakan salah satu cara memperkenalkan mahasiswa dengan dunia nyata. Langkah ini ditempuh dalam upaya membekali mahasiswa mengenal dunia pertanian (pertania tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan atau kehutanan) terutama ditinjau dari system agribisnis dengan semua subsistemnya di masyarakat. Hal ini juga diinspirasi oleh kondisi mahasiswa pertanian umumnya dan mahasiswa agribisnis pada khususnya, sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah perkotaan sehingga pengetahuan dan pemahaman dunia pertanian perlu diberikan kepada mahasiswa.
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung sudah merintis kegiatan ini mulai tahun 2009. Kegiatan ini pada awalnya sebagai pengganti kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Himaseperta). Karena mahasiswa harus menginap dan hidup bersama keluarga petani di suatu wilayah pedesaan, kegiatan ini sepakat dilabeli sebagai kegiatan “home stay”. Berdasarkan evaluasi tim Jurusan Agribisnis kegiatan ini memiliki banyak manfaat positifnya bagi mahasiswa tingkat awal, sehingga Fakultas Pertanian Unila mulai tahun ajaran 2012/2013 menjadikan kegiatan ini sebagai mata kuliah wajib pada jurusan Agribisnis dan Agroteknologi.
Melalui kegiatan “home stay” mahasiswa pada keluarga petani di pedesaan mahasiswa akan memiliki pengalaman pribadi yang diharapkan mampu menjadikannya lebih berempati pada nasib dan kehidupan petani di pedesaan. Secara teknis mereka akan memahami dan menguasai berbagai teknologi usahatani yang diterapkan oleh petani (subsistem proses produksi pertanian), secara ekonomis mereka dapat mengetahui bagaimana subsistem pemasaran input-output pertanian, secara social mereka dapat memahami bagaimana subsistem penunjang berperan dalam system agribisnis.
Kuliah Pengenalan Pertanian merupakan mata kuliah wajib untuk mahasiswa Fakultas Pertanian dengan bobot satu sks pada semester 2 yang dilaksanakan pada akhir semester. Waktu pelaksanaanya selama 6 hari setara dengan satu sks. Selama mahasiswa di lapangan, dosen dan asisten dosen memfasilitasi, mendampingi, dan memantau kegiatan mahasiswa bersama keluarga petani yang ditumpanginya.

B.  Tujuan
Adapun tujuan dari Kuliah Pengenalan Pertanian bagi mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung adalah:
1.      Sebagai pelaksanaan 1 sks mata kuliah wajib Jurusan
2.      Membekali mahasiswa pengetahuan dan pengalaman praktis di bidang pertanian dalam arti luas (pertanian pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan) dari aspek teknis, ekonomis, dan social secara langsung di tingkat petani.
3.      Sebagai wahana belajar dan sosialisasi mahasiswa dalam kehidupan keluarga petani di pedesaan.





C.  Manfaat
Manfaat yang didapat setelah melaksanakan Kuliah Pengenalan Pertanian yaitu:
a.       Mahasiswa dapat mengetahui dunia pertanian secara langsung.
b.      Mahasiswa dapat memetik ilmu yang didapat dari praktik langsung di lapangan.
c.       Mahasiswa mampu memahami berbagai teknologi dan usahatani yang diterapkan oleh petani.

II . HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.  Kondisi Wilayah
Dusun Margodadi terletak di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Dusun Margodadi dipimpin oleh seorang Kepala Dusun yang bernama Bapak Hadi Suparno, yang rumahnya terletak di RT 1A, Dusun Margodadi terbagi menjadi 5 RT, masing-masing nama ketua RT sebagai berikut :
1.      RT  1 A     : Bapak Mulyadi
2.      RT  1 B     : Bapak Suyoto
3.      RT 2          : Bapak Wagimin
4.      RT 3          : Bapak Surip
5.      RT  4         : Bapak Bustam
6.      RT  5         : Bapak Sunarmo

Menurut pak Hadi Suparno, jumlah kepala keluarga yang tercatat di dusun Margodadi sebanyak 312 kepala keluarga, yang terdiri dari 1.117 orang dewasa dan 243 anak dan balita. Sekitar 80% warga Dusun Margodadi berprofesi sebagai buruh tani, karena memang banyak yang tidak memiliki lahan sendiri. Sebagian besar tanah disana adalah milik TNI, karena wilayah Dusun Margodadi yang terletak dipegunungan dan sangat dekat dengan pantai yang menyebabkan wilayah ini sangat strategis untuk latihan TNI. Hal itu dibuktikan dengan adanya dua Batalyon yang jaraknya dekat dengan Dusun Margodadi. Letak wilayah yang berupa pegunungan membuat Dusun Margodadi mempunyai tanah yang subur, terbukti dengan banyaknya perkebunan coklat dan area persawahan. Namun sayangnya tanah-tanah yang subur itu bukanlah milik pribadi melainkan milik pemerintah sehingga mengharuskan warga sekitar untuk menyewa lahan jika ingin menggunakannnya untuk dijadikan perkebunan atau persawahan dengan sistem bagi hasil, 2 untuk penyewa lahan dan 1 untuk pemilik lahan. Mayoritas tempat tinggal warga sekitar masih semipermanen yang terbuat dari dinding papan dan atapnya asbes karena status tanah bukan milik pribadi dan memang dilarang membuat rumah permanen diatas tanah proyek. Hanya beberapa rumah saja yang kami temui telah permanen.
Jika dilihat dari segi pendidikan warga masih terlalu buruk, karena mayoritas orang tua disana adalah lulusan SD, hanya beberapa saja yang lulus SMP atau SMA. Salah satu factor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan disana adalah jarak sekolahan yang terlalu jauh dari rumah sehingga menyebabkan mereka lebih memilih untuk bekerja membantu orang tuanya di kebun atau sawah disbanding harus bersekolah. Untuk SMP dan SMA hanya terletak di Hanura yang jaraknya kurang lebih 16 km dari dusun. Jika di Dusun Margodadi sendiri ada bangunan SD yang terletak di RT 2. Namun bangunannya kecil dan kurang terawatt, hanya mampu menampung sedikit murid. Untuk kebutuhan kesehatan warga berobat ke Puskesmas rawat inap atau dokter yang ada di Padang Cermin dan jaraknya sekitar 8 km, jika di Dusun Margodadi hanya ada Posyandu setiap 1 bulan sekali yang diperuntukan kepada para balita, ibu hamil, dan lansia.
Di Dusun Margodadi banyak Sumber daya alam yang sangat berfariasi seperti sumber air dan tambang batu. Jika sumber airnya sendiri sangat banyak, hal itu terlhat dari banyaknya sungai yang ada. Terdapat juga sumber air panas yang hingga saat ini belum terkelola dengan baik, padahal jika sumber air panas terkelola dengan baik maka dapat menjadi tempat wiasa dan menambah lapangan pekerjaan yang berdampak berkurangnya angka pengangguran. Masyarakat sekitar menggunakan sungai-sungai untuk keperluan mandi, mencuci pakaian dan MCK. Dusun Margodadi sangatlah berpotensi menjadi dusun maju karena sumber daya alamnya yang sanagt mendukung seperti kesuburan tanahnya, sumber air yang berlimpah sehingga tidak akan kekurangan air. Tanaman perkebunan maupun padi dapat tumbuh subur disini, bahkan sayuran pun dapat menjadi tanaman selingan yang dapat di tanam di dusun ini seperti sayur genjer, bayam, sawi, terung, cabai,daun bawang dan daun singkong.


B.  Subsistem Input Usahatani
Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara kepada dua narasumber yang berbeda, faktor produksi (input) usaha tani dibedakan menjadi, modal, tenaga kerja, managemen (skill) dan tanah. Mayoritas tanah yang digunakan untuk berbagai usaha tani bukanlah milik pribadi, melainkan milik TNI-AL, sehingga mereka harus membayar uang sewa tanah sesuai lahan yang digunakan.
Narasumber yang pertama kami wawancarai yaitu Bapak Joko Purwanto, beliau mempunyai 3 area kebun yang letaknya berjauhan, total kebun yang digarap Pak Joko lebih kurang sekitar setengah hektar. Semua kebun beliau ditanami coklat yang di integrasikan dengan phon kelapa dan pohon pisang.
Bapak Joko Purwanto sendiri memiliki beberapa modal tetap seperti : 2 buah cangkul, 3 buah golok, sebuah alat penyemprot, Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan modal Pak Joko yang digunakan bersumber dari modal sendiri.
Modal tidak tetapnya berupa bibit, pupuk (Urea/ KCl), dan pestisida (Regen, Sangkur, Poriza). Untuk bibit cokelat yang digunakan Pak Joko melakkan pembibitan sendiri dengan pengetahun yang beliau miliki, yaitu dengan cara memilih biji coklat yang berkualitas baik, kemudian direndam hingga berkecambah dan tanam pada polibek, jika sudah tumbuh mencapai sekitar 25 cm kemudian baru dipindah ke lahan.
Faktor produksi (input) yang ketiga yaitu tenaga kerja. Tenaga kerja yang digunakan adalah 100% berasal dari dalam keluarga Pak Joko sendiri.
Narasumber yang kedua yaitu Ibu Martini, beliau adalah ibu mertua dari Bapak Joko yang rumahnya berada di belakang kediaman Bapak Joko. Ibu Martini tidak mempunyai kebun coklat, beliau hanya menggarap sawah yang di sewanya. Beliau mengatakan bahwa luas tanah yang digunakan untuk persawannya sekitar 400 m² yang beliau sewa dari lima tahun yang lalu dengan sitem bagi hasil. Sekali panen mampu mencapai 12 kwintal, 3 kwintal untuk pemilik lahan sisanya untuk penyewa lahan yang masih harus dipotong biaya pra-panen.
Ibu Martini sendiri memiliki beberapa modal tetap seperti : 2 buah cangkul, 2 buah golok, 1 buah alat penyemprot. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan modal Ibu Martini yang digunakan bersumber dari modal sendiri.
Modal tidak tetapnya berupa benih, pupuk (Urea/ KCl), dan pestisida (Regen, Sangkur, Poriza). Untuk bibit padinya beliau membelinya dari agen resmi. Benih kemudian direndam dalam air sekitar 2 minggu hingga erkecambah lalu disemai dalam sawah tertentu, setelah 40 hari bibit siap untuk dipindah kelahan sawah.
Faktor produksi (input) yang ketiga yaitu tenaga kerja. Tenaga kerja yang digunakan adalah 100% berasal dari dalam keluarga Ibu Marti sendiri.

C.  Subsistem Proses Usahatani
Proses usaha tani yang dilakukan oleh Pak Joko Purwanto adalah sebagai berikut :
1.      Proses usaha tani untuk tanaman cokelat.
·         Penyemaian
·         Pembuatan lubang di lahan ukuran 50 cm² dengan kedalaman sekitar 50 cm
·         Lubang diberi pupuk kandang
·         6-8 bulan ditanam dilahan
·         Menyemprot rumput liar
·         2,5 tahun meranting pohon yang sudah berbunga
·         Panen
·         Pengeringan hasil panen

2.      Proses usaha tani untuk padi
·         Penyemaian benih
·         Penyiapan lahan dengan traktor
·         Menanam bibit di sawah
·         Menyiangi rumput
·         Pemupukan dengan Urea/KCl
·         Penyemprotan dengan pestisida
·         Panen setelah 4 bulan

D.  Subsistem Pengolahan dan Hasil Usahatani
Semua masyarakan Margodadi memilih menjual langsung hasil pertaniannya disbanding harus mengolahnya. Seperti coklat dan pisang mereka langsung menjualnya ke tengkulak (pengepul). Karena kurangnya modal dan kreatifitas warganya. Hal itu disebabkan tidak adanya lembaga atau organisasi yang menunjang dan memberi wawasan.

E.  Subsistem Kelembagaan Penunjang
Menurut Bapak Joko, di Dusun Margodadi tidak terdapat lembaga ekonomi seperti koperasi untuk hasil panen pohon cokelat rata-rata masyarakatnya menjual kepada orang lewat atau tengkulak kecil yang biasanya langsung mendatangi para petani cokelat ketika masa panen. tetapi di dusun ini terdapat tujuh kelompok arisan yaitu:
1.      Kelompok pengajian bapak-bapak
2.      Nurul Hasanah
3.      Kelompok pengajian setiap awal bulan (Bapak-bapak)
4.      Kelompok pengajian bapak-bapak  (tabungan)
5.      Arisan musiman
6.      Arisan musiman campuran
7.      Pengajian orang tua dan remaja
Namun kami sempat melihat adanya logo koperasi pada sebuah warung yang ada di RT 2, nama koperasi tersebut adalah Koperasi Pantai Timur Pesawaran. Setelah kami bertanya kepada sang pemilik warung ternyata koperasi tersebut sudah lama tidak berjalan, bisa dibilang koperasi tersebut telah tiada.
Kondisi jalan raya disana sudah beraspal dan masih terlihat baik. Untuk ketersediaan listrik di dusun ini baru masuk kurang lebih tiga bulan yang lalu. Di Dusun Margodadi ini terdapat dua program dari pemerintah yang masih berjalan sampai saat ini yaitu, Posyandu  yang diadakan setiap akhir bulan dan beras miskin (raskin).

III.  KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan makalah ini adalah :
1.        Bidang pertanian butuh perhatian khusus agar dapat memajukan wilayah tersebut.
2.        Tidak adanya lembaga atau organisasi dalam masyarakat ternyata membawa dampak negative terhadap perkembangan ekonomi wilayah tertentu.
3.        Kurangnya kreatifitas dalam pengolahan hasil panen menjadikan harga jual rendah.
4.        Banyak factor yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen.
5.        Sumber daya alam tanpa pengelolaan yang baik tidak terlalu memberi dampak positif bagi perkembangan suatu wilayah.
6.        Mutu pendidikan yang rendah mengakibatkan banyak pengangkuran karena kurangnya lapangan kerja.

0 komentar:

Posting Komentar

turun lapang

turun lapang

turun lapang

turun lapang
Diberdayakan oleh Blogger.